GENENG, Ngawi – Sejumlah empat desa di Kecamatan Geneng, yaitu Desa Keraswetan, Desa Tambakromo, Desa Kersikan, dan Desa Kersoharjo, menggelar ujian seleksi perangkat desa secara serentak pada Minggu, 31 Agustus 2025. Ujian yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Geneng, Danramil, Kapolsek, kepala desa, serta tim penyusun soal.
Ujian ini bertujuan untuk mengisi beberapa posisi penting di pemerintahan desa. Setiap peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ujian dibagi menjadi dua tahapan utama, yakni ujian tulis dan ujian praktik komputer, dengan durasi total tiga jam. Khusus untuk Desa Keraswetan, ujian hanya dilaksanakan secara manual dan berlangsung selama 1,5 jam.
Susunan acara diawali dengan sambutan hangat dari ketua panitia di masing-masing lokasi. Mereka menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam proses seleksi. Setelah itu, disampaikan tata tertib ujian secara rinci, termasuk larangan membawa alat komunikasi dan berbicara selama ujian berlangsung.
Pada pukul 08.00 WIB, para peserta yang telah hadir 30 menit sebelumnya, mulai memasuki ruang ujian. Setelah mendengarkan sambutan dari panitia dan penjelasan tata tertib, mereka langsung mengerjakan soal. Proses ujian berjalan dengan tertib di sebagian besar lokasi. Panitia juga melakukan penandatanganan Berita Acara (BA) untuk memastikan seluruh proses terdokumentasi dengan baik.
Ujian tulis yang berlangsung selama dua jam menguji pengetahuan peserta tentang pemerintahan desa, wawasan kebangsaan, dan pengetahuan umum. Dilanjutkan dengan ujian praktik komputer selama satu jam yang menguji kemampuan dasar aplikasi perkantoran, kecuali di Desa Keraswetan yang hanya menggunakan sistem manual.
Hasil Seleksi di Empat Desa
Desa Keraswetan
Bertempat di pendopo desa, ujian diikuti oleh 75 peserta. Mereka memperebutkan dua posisi kepala dusun. Sebanyak 42 peserta bersaing untuk posisi Kepala Dusun Keraswetan 1, dan 33 peserta lainnya untuk Kepala Dusun Bayemkalang 2.

Ujian berlangsung selama 1,5 jam dengan sistem manual, tanpa praktik komputer. Hal ini menjadi pembeda dari desa-desa lain. Meskipun durasi lebih singkat, tingkat kesulitan soal tetap dijaga.
Dari hasil ujian, Angga Riska Pratama berhasil meraih nilai tertinggi, yaitu 93, untuk posisi Kepala Dusun Keraswetan 2. Angga beralamat di Dusun Punukan, RT 09, RW 04, Desa Baderan. Hasil ini disambut gembira oleh keluarga dan kerabatnya.
Sementara itu, untuk posisi Kepala Dusun Bayemkalang 2, nilai tertinggi diraih oleh Imelda Widya Kusdwiyulivia dengan nilai 91,5. Imelda merupakan warga Dusun Keraswetan 2, RT 01, RW 02, Desa Keraswetan.
Desa Tambakromo
Ujian di Desa Tambakromo berlangsung di Gedung Bima. Posisi yang dibuka adalah Kepala Seksi Pelayanan. Ujian ini diikuti oleh 44 peserta. Prosesnya berjalan lancar, dengan pengawasan ketat dari panitia.
Dengan nilai tertinggi 84, Denny Andria Setyawan menjadi yang terbaik dalam seleksi ini. Denny beralamat di RT 04, RW 01, Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng. Kemenangan ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi pelayanan di Desa Tambakromo.

Desa Kersikan
Di Gedung NU, Desa Kersikan, ujian dibuka untuk dua posisi: Kepala Seksi Pelayanan dan Kepala Seksi Kesejahteraan. Total ada 67 peserta yang mengikuti ujian ini, namun terdapat dua orang yang tidak hadir.
Untuk posisi Kepala Seksi Pelayanan, dari 34 peserta yang hadir (12 laki-laki dan 22 perempuan), Amaylia Tika Pratiwi meraih nilai tertinggi 83,5. Kinerjanya dinilai sangat baik, baik dari segi tulis maupun praktik komputer.

Pada posisi Kepala Seksi Kesejahteraan, dari 33 peserta (16 laki-laki dan 17 perempuan, dengan 3 peserta tidak hadir), Yanti Oktaviana mendapatkan nilai tertinggi, yaitu 75,4. Kedua pemenang ini beralamat di Desa Kersikan.
Desa Kersoharjo
Ujian di Desa Kersoharjo bertempat di SMA NEGERI 2 Ngawi. Dari 79 pendaftar, 76 peserta hadir untuk mengikuti ujian. Ujian terbagi menjadi dua posisi: Kasi Pemerintahan (40 pendaftar) dan Kasi Kesejahteraan (36 pendaftar).
Ujian di desa ini mengalami insiden tak terduga: listrik padam di tengah sesi ujian komputer. Kejadian ini membuat para peserta harus dievakuasi sementara dari ruangan.

Panitia dengan sigap mengambil tindakan untuk mencegah kecurangan. Setelah tim teknis berhasil memperbaiki masalah listrik, panitia mengundi ulang nomor peserta sebelum menarik kembali para peserta ujian ke ruangan pada pukul 09.00 pagi untuk melanjutkan pengerjaan soal. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga objektivitas hasil ujian.
Dari hasil seleksi, untuk posisi Kasi Pemerintahan, nilai tertinggi diraih oleh Yuliana Tasya Ribut Putriana dengan nilai 73,9. Sementara itu, Devita Ramadhani meraih nilai tertinggi 70,2 untuk posisi Kasi Kesejahteraan. Kedua pemenang ini masing-masing beralamat di Kerso 1 dan Madiun.





Leave a Reply